Kepada satu garis cerita yang kuhinggaping

Kau kini menghapusku dalam jejak,
namun tak berarti selaian rasa resah,
tidurku kau ganggu berkali-kali dalam mimpi yang membawaku kepada pohon-pohon tua,
yang kuselami dalam terbang indahnya mimpi seorang manusia,
namun tetap,
aku tak menjadi kupu-kupu yang mengajari kurcaci di persimpangan jalan,
aku tetap membias dan terbang menuju ketempat yang selalu ku sebut sebagai sepetak sentosa sadar.