Sebuah Akhir

di akhir setiap garis hentakan tapal kuda,
tapak tilam dolorosa membuas seperti naga,
berakhir pada ribuan turban tilas melegam magis,
sebabnya mengakar ketidaktahuan akan kehidupan juga kematian,
juga keberhasilan yang selalu ditibakan,
maupun keberadaan akan kelahiran,
tiada nafas paling suci di muka bumi selain keangkuhan juga pemberian peti kematian terakhir,
untuk terakhir kali semua tulisan yang kubaca adalah imaji,
untuk pertama kali semua rapsodiĀ  mematikan semua mimpi.