Ah Sisiyphus

Bunga teratai, mimbar jai shri ram,
layu matanya bagaikan desing yang meneduhkan,
tenggelam dirinya dalam nubuat membaca adalah gelap menyala,
tebal bibirnya seumpama kunang-kunang menyinari arupala,

Ia mungkin badai,
adalah badai berwarna hijau pelangi,
suaranya adalah suara feminim dari tanah mesopotamia,
yang mengumbar nafsu juga kematian juga kebertubuhan pertama yang mengucapkan sebaris syair,
dan yang kulihat dalam basah baris demonstran.

maka dari inilah,
kutemui setubuh sumbu dinamit untuk menghancurkan dinding kuasa dengan kata-kata.