Dalam sebujur lingkar luar dalam lukis awan,
aku menemukanmu sedang belajar menggenang,
merumuskan segitiga dalam lengan magdalena,
saat semua mata menikammu dengan seribu belati sinis,
sebab di sekitar tak ada yang mengerti tentang kerapuhan,
juga raga maujud yang hikmat akan disia-siakan,
namun aku mengerti apa yang kau tuliskan,
sebuah penggalan tulisanmu untuk kotornya Tuhan.