setitik air menjadi sehelai api
saat musim hujan datang kedua kali
sebab kerat sanggi memimpikan imaji
melayarkan jelaga bersama batu paksi
namun apa yang diyakini sebagai buih
hanyalah rajam rantai menguap basah
saat desing selir menari membelang jatuh
atas nama rantai aku akan memunggungi tera-mu dalam bah
astanggi tak menangis saat tubuhnya layu diikat
baik gigil ditumbuh disiram layak mayat
juga nadinya yang bermimpi melipat selat
yang tak pernah sampai kepada tepian relung hasrat
namun dalam sepetak ruang, lingsir matanya adalah tigris
menghantur ayat-ayat belati jelma magis
hingga apa-apa yang dibicarakan seperti ayat, tak tuai menjadi kurun sepekat kebas
karena cahaya jatuh di kelopak matanya, meninggi diam, bertumpuh setumpuk albas
hinggapi sulur, menelar bibir yang tertebas