Rigor

tlah.....
kubaurkan nafsu diantara nafas tempilah
dengan secarik tasbih juga aroma belati
kuasah driji serupa mata pedang yang tumpul dan ladang memanjang
lalu kemudi kumatikan Rumi sekali lagi agar pena yang ia tumpahkan tak menjelma kebisingan matsnawi

ah sungguh...
kusulamkan Tuhan di setiap nadi
yang bergerak seberadanya
dengan aroma tembakau juga secawan anggur
tembang dahi anak-anak bayi
tangisan orang mati
dan sepasang payudara abadi
sebab kunanti bisikan berulang:
tiada hari kiamat untukmu>