Dan Hammurabi melepaskan selayang sujud dalam tanah pembeda,
parau pepat suarnya tak memadai dalam renungan,
anzimat dinaftahkan di masa penuh keniscayaan,
lalu kesementaraan eureka dibibirkan kepada prasangka,
maka dipecakanlah seluruh iras atasnya,
menggembalai pialang tanpa seikat ursa,
langit pun membaca wajah gempa,
di peparuh yang ditempiarkan oblivia,
maka darimu, lara
sehelai gelombang rasa sakit kuhempaskan,
untuk mengingatkanmu tentang rahim perawan saat berjaga,
maka dariku, lara
jangan ajari dirimu untuk bersetubuh.