Maklumat Sebuah Peperangan

Akan terbayang mendung di hampar padang hijau bersama dengan sabda-sabda merah,
dilukisnya tinta peramu atas nama kanvas pemenggal zaman,
rumput liar, kendi api, kurusetra,
sebab teriak tangis api akan pecah di sudut barat Morelia.

zapatista menyeru:
angkat senjatamu!
upsaka menyuar:
turuni gunungmu!
sufi berkata:
tinggalkan sulukmu!
santo menasbih:
ambilah azimat!
nabi menyabda:
makanlah apel!
Tuhan mewahyukan:
lakukan sebagaimana hendakmu!

angkat vorpalmu untuk menebas setiap nadi kotor yang dipenuhi ancaman,
lingsirkan tapamu untuk menafasi sejenak heningmu,
bebaskan kudamu dari belenggu kutukan rantai ahli nujum,
kenakan perisai yang di tempa dengan doa anak-anak kecil,
tinggalkan kitab sucimu sejenak lalu titipkanlah kepada mufassir,
menarilah di medan pertempuran,
dan sembahkanlah batu kepada api>

pada akhirnya,
genderang perang tetap menggelegar,
disimbahnya dalam arta penghabisan,
singa-singa muda lahir,
anak-anak kupu bersimbah di pelipisnya,
kijang-kijang menjilati sisa darah,
lebah menyulam dosa luhur kembali,
kemudian bul-bul bersiul menyampaikan:
mati dan hidupnya kebebasan.