Farabi adalah guru kedua, kau tetap pengeja pertamau

pianomu sangat menakjubkan,
dentingnya merangkai rumah telinga,
warnanya putih-hitam,
senarnya adalah jaring kosmik,
pedalnya adalah pegas turbulen,
partiturnya serupa tinta ketuhanan,
ia berasal dari grenadilla dan belalai gajah,
tabulasinya menari seibarat rumput liar,
dan beberapa notasi ditulis oleh para penyelam,
lalu kau timang semua itu untuk kau ajarkan padaku?[1]

[1]
kijang -kijang mungkin sedang berlarian,
burung-burung mematuk karang,
dan lebah-lebah pasti menyulam madu,
aku berbau mistik tak memadai,
sebab arasnya berbau bangkai,
tapi kaulah mistik itu sendiri, sebagaimana Horsh Arz el-Rab menghidupi ular berkepala dua,
kaupun menjelma konduktor padam,
yang luan akan tari tera drijimu,
namun dalam janggalnya tubuh kecilmu.
kuberikan padamu satu baris lagu:
nella fantasia di sepanjang rumput hijau.